Cara decluttering rumah atau kamar – Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh aktivitas, rumah atau kamar yang berantakan bisa menjadi pemicu stres tanpa disadari. Ruang yang penuh barang, tidak tertata, dan terasa sesak dapat mengurangi produktivitas serta kenyamanan. Decluttering adalah solusi sederhana namun efektif untuk mengubah suasana menjadi lebih lega dan menyenangkan. Artikel ini akan membahas cara decluttering rumah atau kamar secara bertahap dan mudah dilakukan siapa saja.
Cara decluttering rumah atau kamar

Apa Itu Decluttering?
Decluttering adalah proses memilah, menyortir, dan mengurangi barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan dari ruang pribadi Anda. Bukan sekadar bersih-bersih, decluttering fokus pada mengeliminasi benda yang tidak berguna agar ruang terasa lebih fungsional dan estetik.
Kegiatan ini juga bisa berdampak positif secara mental: mengurangi kecemasan, menambah fokus, dan menciptakan ruang untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Manfaat Decluttering
Sebelum mulai, mari pahami dulu apa saja manfaatnya:
-
Mengurangi stres visual dan mental
Ruang yang rapi bisa membuat pikiran lebih tenang dan terorganisir. -
Meningkatkan efisiensi
Anda jadi lebih cepat menemukan barang karena semuanya tertata. -
Membuka ruang baru
Ruangan terasa lebih luas tanpa harus renovasi besar. -
Menghemat waktu dan energi
Tak perlu lagi membongkar lemari atau laci untuk mencari satu barang kecil.
Langkah-langkah Decluttering Rumah atau Kamar
Berikut adalah panduan lengkap cara decluttering rumah atau kamar secara bertahap:
1. Mulai dari Area Kecil
Jangan langsung menargetkan satu rumah sekaligus. Mulailah dari area kecil seperti laci meja, rak buku, atau sudut lemari.
Ini membantu membangun momentum dan rasa pencapaian.
Tips:
Coba teknik “5 menit sehari” — hanya luangkan waktu 5 menit untuk satu area. Sedikit demi sedikit, rumah akan makin rapi.
2. Gunakan Metode “Keep – Donate – Trash”
Saat menyortir barang, siapkan tiga kategori:
-
Keep (Simpan): Barang yang masih dipakai dan benar-benar dibutuhkan.
-
Donate (Donasi): Barang yang masih bagus tapi tidak Anda pakai.
-
Trash (Buang): Barang rusak, kadaluarsa, atau tidak berguna sama sekali.
Metode ini memudahkan proses penyaringan barang secara rasional.
3. Singkirkan Barang Berdasarkan Frekuensi Pemakaian
Tanyakan pada diri sendiri:
“Kapan terakhir saya menggunakan ini?”
Jika sudah lebih dari 6–12 bulan tidak terpakai, kemungkinan besar Anda tidak membutuhkannya lagi. Pengecualian untuk barang musiman seperti jas hujan atau dekorasi hari raya.
4. Gunakan Kotak Sementara
Jika masih ragu membuang barang, simpan di dalam kotak karantina selama 30 hari.
Jika selama itu Anda tidak membukanya atau mencarinya, artinya Anda bisa berpisah dengannya.
5. Declutter Berdasarkan Kategori, Bukan Lokasi
Daripada menata kamar per kamar, coba berdasarkan kategori barang, misalnya:
-
Baju
-
Buku
-
Kertas dokumen
-
Alat dapur
-
Kosmetik
-
Kabel dan charger
Ini membantu Anda menyadari berapa banyak barang serupa yang Anda punya, dan memudahkan proses pemilahan.
6. Buat Sistem Penyimpanan yang Sederhana
Setelah decluttering, simpan barang-barang penting dengan rapi.
Gunakan wadah transparan, label pada kotak, atau rak vertikal untuk menghemat ruang.
Ingat, sistem penyimpanan yang terlalu rumit malah bikin malas merapikan ulang nantinya.
7. Terapkan “One In, One Out”
Setiap kali membeli barang baru, usahakan membuang atau mendonasikan satu barang lama.
Prinsip ini membantu Anda menjaga jumlah barang tetap seimbang dan mencegah penumpukan baru.
8. Buat Jadwal Rutin
Decluttering bukan proses sekali jalan. Jadwalkan pembersihan kecil setiap minggu atau bulan.
Contohnya: minggu pertama untuk dapur, minggu kedua untuk lemari baju, dan seterusnya.
9. Jangan Perfeksionis
Tak perlu rumah langsung seperti di majalah. Proses decluttering itu bertahap dan fleksibel.
Lebih baik konsisten sedikit demi sedikit daripada menunda karena ingin sempurna.
10. Libatkan Seluruh Penghuni Rumah
Jika Anda tinggal bersama keluarga atau teman, ajak mereka terlibat.
Masing-masing bisa bertanggung jawab atas ruang pribadinya, sementara area bersama seperti dapur dan ruang tamu dikelola bersama.
Kesimpulan
Decluttering bukan sekadar membersihkan rumah, tapi juga membersihkan pikiran. Dengan ruang yang lebih tertata, hidup terasa lebih ringan dan menyenangkan. Anda tidak harus membuang semua barang—cukup pilih mana yang benar-benar dibutuhkan. Mulailah dari langkah kecil, dan rasakan perubahan besar dalam kenyamanan rumah atau kamar Anda.